Dan akhirnya saya pun sudah 6 bulan menjadi expatriat dan terjun ke dalam perbudakan IT di Kuwait. *congratsnya mana ?*
Menganggapi puluhan komentar, ribuan email, dan jutaan sms respon tulisan saya minggu lalu. Terutama sobat-sobat mahasiswa dari kampus tercinta.
Numpang lewat ya..numpang kasih komen juga..
baca postingan ni, dari link yang ada di postingannya kak agung,,
kalo mahasiswa lama IT ada nasihatnya ga?
salam kenal..
Akhirnya saya refleksi, berpikir keras, mencoba membagi, sok-sok menuliskan beberapa nasihat untuk mahasiswa yang sebentar lagi turun ke dalam perbudakan IT.
GET A SOCIAL LIFE
Teknokrat bukan hanya diliat dari kemampuan technical saja, tapi juga diimbangi dengan personality. Di kerjaan pasti kita banyak belajar hal-hal technical, tapi belum tentu ada pelajaran personality.
Sob, mumpung masih bisa kenalan sama anak Psikologi, FE, FISIP, FIB, FH dan anak-anak sosial lainnya. Ajak kenalan kek, ngeguyon kek, ajarin bikin web kek, ngapain kek, ajak pacaran kek kalo emang itu caranya elu bisa belajar personality, sob.
Jangan kayak gw deh *curcol*
INTIP DUNIA KERJA
Pasti udah ngintip-ngintip dunia kerja dong. Gw tau yang ada dibenak lu, sob!
*sotoy mode on*
Yang ada di benak kamu adalah gambaran dunia kerja, duit, sukses, bahagia dan membantu orangtua, karir yang menanjak, gaji diatas rata-rata dan akhirnya mengundurkan diri secepatnya demi menciptakan ISV sendiri. Terus kawin, punya anak, cucu, mati. Ya kan?
*sotoy mode off*
Itu adalah ngayal yang normal, sob. Tapi sebelum elo ngayal jauh, sebaiknya dibayangin dulu kompetisi yang ada di lapangan.
Jutaan programmer di Indonesia dihargai layaknya beli kacang goreng di pinggir jalan. Karena memang sekolah tinggi IT menjamur sampai ke tingkat kursus kilat 6 bulan mahir Visual Basic. Siapkah kamu menghadapi kompetisi yang ada?
Wah jangan sampai gak siap kerja. Gw gak bisa kasih nasihat apa-apa. Kecuali mo lanjutin S2 dulu, terus lulus S3 baru cari kerja di luar negeri.
KONTRIBUSI
Mahasiswa tingkat akhir diharapkan sudah mampu berkontribusi di industri IT.
Kontribusi tidak hanya penemuan baru yang inovatif dan menggemparkan. Diskusi web development yang baik di milis/forum, menulis tutorial sederhana tentang basis data, mengadakan workshop LINUX untuk mahasiswa lintas fakultas, atau masyarakat awam LINUX.
Untungnya adalah anda semakin pintar, dan semakin pintar mencari celah untuk berkontribusi. Get a social life!
Gw termasuk orang yang terlambat menyadari bahwa kontribusi di industri IT itu sama pentingnya dengan kontribusi di kantor. *Eits! Berkontribusi di kantor bukan berati berkontribusi di industri IT, walaupun kantor kita adalah kantor IT.* Kesibukan di kantor berkali lipat dibanding kesibukan menyusun Tugas Akhir, hampir tidak ada waktu untuk berkontribusi. Untungnya, sesekali sih masih sempat ngeblog di INDC, SQL Server Indonesia dan WSS-ID. Andaikan gw menyadari pentingnya hal ini semasih mahasiswa dulu, sudah banyak hal yang bisa saya tuliskan disana.
KESIMPULAN
Kesimpulannya adalah nasihat gw keren banget, top markotop dan sip markusip. Ada baiknya diterjemahkan dalam berbagai bahasa dunia.
Sob, jangan lupa ijo-ijonya, thanks juga boleh 
Posted in Campus Life, Opini Tagged: IT, mahasiswa, nasihat, tenaga kerja
